Format materi
Lawakan yang dibawakan oleh para pelawak tunggal biasanya
mereka buat sendiri. Materi Stand Up Comedy harus berformat set up & punch
atau boleh menggunakan format lain seperti rule of three.
Set up
Set up adalah bagian yang tidak lucu dari sebuah lawakan
(bit) yang berfungsi untuk memancing penonton agar mereka penasaran. Saat
mendengarkan set up suatu bit, penonton memikirkan kisah pertama, yaitu
bayangan atau pikiran penonton mengenai set up suatu bit.
Contoh set up:
"Saya ini suka sekali beli sepatu ... "
Punch
Punch adalah bagian yang lucu dari sebuah bit. Punch
berfungsi untuk menyodorkan kejutan kepada penonton. Saat mendengarkan punch
suatu bit, penonton memikirkan kisah kedua, yaitu bayangan atau pikiran
penonton menganai punch suatu bit.
Contoh punch:
" ... karena di mana-mana beli sepatu itu beli 1 gratis
1, beli yang kiri dapat juga yang kanan."
Contoh lengkap suatu bit:
"Saya ini suka sekali beli sepatu karena di mana-mana
beli sepatu itu beli 1 gratis 1, beli yang kiri dapat juga yang kanan.
Rule of three
Rule of three yaitu format suatu bit yang memberi tiga
contoh sesuatu, tetapi contoh yang ketiga adalah punch.
Contoh rule of three:
"Setiap kali bertemu perempuan saya selalu ingin
memandangi, memeluk, ... "
Punch-nya:
" ... lalu menamparnya."
Prinsip pelawak tunggal
Jangan mencoba menjadi lucu
Maksudnya yaitu biarlah penonton menertawakan materi yang
dibawakan, bukan menertawakan pelawaknya. Jadi pelawak tunggal tidak boleh
melucu-lucukan dirinya seperti memakai pakaian yang aneh, berlagak latah,
gagap, dan sebagainya.
Jangan menceritakan lawakan basi
Maksudnya yaitu pelwak tunggal tidak boleh membawakan materi
lawakan yang sudah umum atau sudah pernah didengar orang banyak. Jadi pelawak
tunggal harus membawakan pelawak tunggal kodian.
Jangan bercerita bertele-tele
Maksudnya yaitu pelawak tunggal tidak boleh membawakan
lawakan yang terlalu panjang seperti cerita. Jadi pelawak tunggal harus
membawakan lawakan yang singkat saja.
Seriuslah
Maksudnya yaitu pelawak tunggal yang tampil harus terlihat
serius, tidak melakukan ekspresi atau mimik kaku dan canggung yang tidak
menarik penonton.
Santai
Seorang pelawak tunggal harus santai, karena dengan begitu
ia akan membawakan materinya dengan lebih mudah.
Pelawak tunggal berkelompok
Lawakan yang dilakukan oleh sekelompok pelawak tunggal yang
saling berinteraksi. Metode ini sangat berbeda dengan grup lawak pada umumnya.
Dalam pelawak tunggal berkelompok, setiap anggota kelompok harus membawakan
lengkap satu bit atau boleh lebih. Lalu anggota yang lainnya juga membawakan
bit berikutnya yang berkesinambungan dengan bit yang dibawakan oleh anggota
sebelumnya. Pembagian bit ini juga harus berkeseimbangan.
Ini
berbeda dengan grup lawak yang harus ada anggota yang memancing anggota lainnya
agar bisa menimbulkan tawa. Dalam pelawak tunggal berkelompok, setiap anggota
harus bisa menimbulkan tawa tanpa harus dipancing oleh anggota lainnya.
Kesulitan dalam pelawak tunggal berkelompok tergolong tinggi untuk dapat berbeda
dengan grup lawak pada umumnya, sehingga jarang ditemui pelawak tunggal
berkelompok di Indonesia. Model seperti ini mulai diterapkan dalam Indonesia
Lawak Klub.
0 komentar:
Posting Komentar